Mei 29, 2008

AKU GILA KARENA IBU

Oleh : Sugeng Prayitno

Surga ada di telapak kaki Ibu, mungkin pernyataan seperti itu memang benar. Karena ibu yang melahirkan kita, memberi kita ASI, memberi kita kasih sayang. Tapi jika seorang ibu membuat anaknya Gila apakah surga masih di telapak kaki ibu??.. ini adalah kisah nyata yang dialami teman ku sebelum dia meninggal dunia. Siti hidup sangat Bahagia bersama Ayah dan Ibu Kandungnya. Siti anak kedua dia punya satu kakak perempuan dan seorang adik laki – laki. Kakak Perempuannya namanya Suci dan adik laki – laki namanya Andre. Mereka hidup bahagia, Suci Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta Andre Masih kelas 6 SD dan Siti masih kelas 2 SMA. Ibunya Siti penghasilannya lebih besar di bandingkan ayahnya karena ibunya Siti kerja jualan di Pasar dan jadi Pembantu. Ibu nya Siti bernama ibu Fatma dan ayahnya bernama Anton. Malam jam 20.30. hujan sangat deras bu Fatma pulang kerja, karena hujan Bu Fatma duduk di Pangkalan Ojek sambil berbicara sama Tukang Ojek di sana. Bu Fatma berkenalan sama salah satu tukang Ojek bernama Sarto. Mereka berbicara hingga jam 22.00. setelah hujan reda bu Fatma pulang sama Sarto. Hari minggu Bu Fatma libur tiba – tiba saja Sarto berkunjung ke rumah Bu Fatma dan berbincang – bincang masalah keluarga masing – masing. Sarto punya 3 anak, 1 anak Perempuan dan 2 anak Laki – laki. Sarto sudah bercerai dengan istri nya karena istrinya sering keluar negeri jadi TKW. Sarto tahu bahwa Fatma punya uang 500 juta lebih di Bank dengan niat busuk nya Sarto pergi ke Dukun dan Pelet Bu Fatma sehingga Bu Fatma tanpa sadar mencintai Sarto. Setiap hari Bu Fatma dan Sarto pergi bersama – sama. Suami Bu Fatma tahu kalau istrinya selingkuh, dia marah – marah sama Bu Fatma. Yang paling membuat suami Bu Fatma marah adalah karena Bu Fatma pergi berdua terus sama Sarto dan pulang selalu tangah malam jam 24.00. Pertengkaran terus terjadi dan akhirnya Bu Fatma dan Pak Anton bercerai. Karena tahu kalau Bu Fatma dan Pak Anton bercerai Sarto mendekati anak – anak Bu Fatma. Andre selalu di ajak ke tempat Rekreasi sama Sarto jadi Andre menganggap bahwa Sarto orang yang baik. Sedangkan Suci tidak bisa di Rayu karena Suci sudah Lulus kuliah dan bekerja di Magelang. Sedangkan Siti di Rayu dengan cara dia di ajak kemana saja dia suka dan setelah Siti Lulus SMA Siti diantar Sarto ke Perguruan Tinggi Swasta di Semarang untuk daftarkan diri kuliah di sana. Siti menganggap Sarto orang yang sangat baik karena bukan siapa – siapa mau antarkan dia. Suatu siang Siti di rumahnya sedang cuci baju dan tiba – tiba tidak sengaja Siti melihat Ibunya dan Sarto masuk ke kamar bersama. Jam 17.30. Bu Fatma dan Sarto keluar dari kamar Siti mengangis dan bilang “ Dasar tidak tahu diri berzina disini nanti apa kata orang bu ??aku sangat malu bu malu aku tidak ingin melihat dia ada di sini lagi bu ” dengan malu mereka berdua pergi. Esok paginya Bu Fatma bilang sama Siti kalau dia tidak bisa kerja kalau tidak diantar oleh Sarto. Siti di suruh mengerti. Siti hanya diam saja saat ibunya berbicara panjang lebar mengenai Sarto. Andre sudah mulai masuk sekolah karena liburan sudah selesai. Andre sekarang sudah kelas 1 SMP. Andre sering sekali di ajak pergi sama Sarto, tujuan Sarto adalah mengambil hati Andre. Namanya juga sang siluman hati akan membuat hati senang seseorang hingga sampai tujuan. Pada tanggal 22 Bu Fatma bilang kepada ketiga anaknya bahwa Bu Fatma akan menikah sama Sarto. Mereka bertiga hanya diam saja. Siti sangat amat benci sama Sarto karena dia telah menghancurkan kehidupan keluarganya. Setelah Sarto dan Bu Fatma menikah mereka jadi satu Rumah. Anak Sarto yang ketiga ikut tinggal sama Bu Fatma. Anak ketiga sarto namanya ipan, dia tampan dan juga siluman hati yang baik sama orang karena ada mau nya. Sarto berusaha mengusir Andre dan Siti agar dia bisa mengusai harta kekayaan ibu Fatma. Andre tidak sadar bahwa kebaikan yang di berikan Sarto itu hanya untuk membuat hatinya senang saja. Siti benar – benar benci sama Sarto. Suatu ketika Siti mendengar sarto dan ipan berbicara mereka merencanakan niat busuk mereka, yaitu dengan cara mengusir Andre dan Siti dari rumah bu Fatma dan mengusai hartanya. Setelah Siti mendengar pembicaraan mereka Siti langsung bicara sama bu Fatma. Tapi bu Fatma malah menampar Siti dan berkata “ Dasar anak kurang ajar berani sekali kamu fitnah orang, kalau kamu nggak suka sama Sarto bapak Tiri kamu seharusnya kamu tidak fitnah dia ”. Siti lalu memberi tahu Andre tapi bukanya Andre membela malah dia Cuwek saja tidak peduli karena Andre masih terbuai kebaikan Sarto. Siti mengurung diri di kamar dan tidak mau makan apapun. Bu Fatma memaksa Siti untuk makan sambil memaki – maki Siti terus. Siti sangat amat tertekan sampai dia Strees sehingga Kuliah nya jadi tidak terurus. Malah dia jarang sekali mandi karena Strees. Siti mulai Strees ketika dia Semester 4. Di rumah Siti nggak pernah bicara sama siapa pun termasuk adiknya Andre. Bu Fatma sangat bingung ketika itu. Bu Fatma sudah membawa Siti ke Dukun dan ke Kyai tapi tetap saja hasilnya Nihil. Kata Sarto penyebab Siti Stees karena di Santet sama Pamannya. Padahal yang membuat Siti Stees adalah Sarto. Tentu saja untuk membela diri Sarto bicara seperti itu. Ketika Andre kelas 2 SMP Andre sering sekali di marahi Bu Fatma karena masalah – masalah yang sepele. Andre sangat amat bingung kenapa Bu Fatma sering memarahi dia dan memakinya??. Jika Andre di kasih uang jajan sama Bu Fatma 5.000 dan ipan tahu ipan langsung minta uang sama Bu Fatma 10.000 karena iri sama Andre. Jika Andre di belikan baju sama Bu Fatma satu saat Lebaran yang harganya 20.000 ipan langsung minta di belikan baju 3 biji yang harganya 50.000. Andre iri sama ipan dan selalu berkata “ Kenapa ipan yang bukan anak kandung nya selalu di kasih yang lebih dari aku ” . Jelas Andre iri sama ipan karena Bu Fatma tidak adil. Andre juga sering di fitnah sama ipan bahwa yang menghabiskan makanan di rumah adalah Andre, padahal yang sering menghabiskan makanan di rumah adalah ipan dan teman – temannya. Andre setiap hari selalu di marahi dan di maki – maki sama Bu Fatma karena di tuduh menghabiskan makanan di rumah. Setiap hari Andre tertekan, tapi karena dia masih anak – anak jadi tidak begitu di pikirnya. Karena sudah sakit hati Andre tidak pernah bicara sama sekali dengan ipan dan Sarto. Bu Fatma bertanya sama Andre “Kenapa kamu nggak pernah bicara sama ipan dan Pak Sarto ??” . Andre diam beberapa saat dan bicara “ nggak ada apa – apa ”. Andre memang sengaja tidak memberi tahu yang sebenarnya karena takut kalau Bu Fatma marah – marah dan memakinya terus. Siti setiap hari di fitnah terus sama Sarto sehingga membuat Bu Fatma marah – marah terus sama Siti. Karena tekanan yang begitu dalam dari Bu Fatma yang selalu memarahi dan memaki – maki Siti setiap hari akhirnya Siti hilang ingatan dan gila. Siti keluar dari kampus dan Gila tidak ingat apa – apa. Sarto dan ipan tertawa terpingkal – pingkal dan mereka merayakan kemenangan dan menari – nari di dalam rumah karena Siti telah Gila. Sarto dan ipan memang bisa membuat Siti Gila tapi tidak bisa membuat Andre Gila. Karena Andre selalu mengaji dan ikut kegiatan Positif di Sekolahnya jadi tidak bisa membuat nya Gila. Andre sangat Cerdas dan tidak bisa di bohongi sama manusia Laknat seperti Sarto dan ipan. Pagi jam 06.33. Siti keluar dari kamar dan jalan – jalan karena dia Gila dia tidak tahu dimana, kemana dan apa yang akan di lakukan dia tidak tahu karena Gila. Bu Fatma menengok ke kamar Siti. Bu Fatma sangat amat khawatir karena Siti tidak ada di kamar. Bu Fatma langsung lari keluar rumah dan mencari Siti. Saat itu jam 07.55. Siti di Tengah Rel Kereta api dan tiba – tiba saja ada Kereta api di belakang yang melaju sangat amat kencang. Siti tertabrak Kereta sampai tangan dan kakinya patah dan Siti meninggal di tempat. Orang – orang yang melihat langsung berbondong – bodong mengangkat Siti dan membawa ke rumah Bu Fatma. Setibanya di rumah Bu Fatma menagis dan menjerit – jerit dan terus berkata “maaf kan ibu Siti, ibu memang sangat kejam sama kamu setiap hari ibu selalu memaki – maki kamu dan memarahi kamu karena hal yang sepele”. Andre menangis sambil berkata “Ibu memang sudah keterlaluan, ibu kejam, ibu telah membuat kakak Gila dan hampir membuat ku Gila kini kakak sudah meninggal, ibu harus menebus dosa ibu di Akhirat nanti”. Andre langsung masuk kamar dan mengemasi barang – barang dan pakaianya. Andre bertujuan untuk tinggal sama ayahnya. Bu Fatma berusaha untuk mencegah Andre pergi dan berkata “Maafkan ibu nak!! Ibu memang telah banyak salah sama kamu tolong jangan tinggal kan ibu”. Andre langsung berkata “Ibu macam apa kamu ini, seorang ibu harusnya mendidik anak nya bukan memarahi dan mamaki anak, ibu sudah keterlaluan ibu hanya nurut ucapan Sarto dan ipan!!! Selamat tinggal ibu dan selamat bersenang – senang dengan Sarto aku akan tinggal dengan ayah”. Malam ketika Bu Fatma tidur, Bu Fatma bermimpi masuk Neraka yang sangat amat Panas. Bu Fatma di Bakar di dalam api Neraka. Tiba – tiba dari atas Neraka Siti terbang dengan membawa selendang dan berkata “bagaimana bu rasanya masuk Neraka???”. Dengan kepanasan Bu Fatma berkata “Tolong ibu disini ibu kepanasan dan menderita tolong aku Siti” Siti langsung berkata “Maaf kan aku ibu, aku sudah bahagia di Surga aku hanya menengok ibu saja di Neraka aku tidak bisa menolong ibu”. Dengan api yang sangat panas berulang kali Bu Fatma kepanasan dan selalu bilang “Siti tolong ibu”. Pagi jam 06.00. Sarto membangun kan Bu Fatma dan berkata “Kamu semalam bermimpi buruk ya???. Sudahlah itu hanya mimpi” Bu Fatma berkata “Semalam aku bermimpi di bakar di dalam api Neraka dan Siti masuk Surga tapi dia nggak mau menolongku”. Sarto tertawa terpingkal – pingkal dan bilang “hahahahaa itu Cuma mimpi tidak usah kamu pikirkan anak itu, lagi pula Siti sudah meninggal dunia”. Andre hidup bahagia dengan ayahnya, Andre bekerja membantu ayahnya jualan Elektronik dan reparasi Elektronik. Sedangkan Bu Fatma hidup dalam kekosongan tanpa anak sampai dia meninggal dunia. Sarto dan ipan telah mengusai semua harta kekayaan Bu Fatma. Mereka bersenang – senang dan Foya – foya dengan harta Bu Fatma. Andre tahu hal itu namun di biarkan saja. Setelah harta kekayaan Bu Fatma habis tidak ada sisanya sedikit pun Sarto mencari mangsa yang lain untuk di kuras hartanya. Sampai akhirnya Sarto meninggal Dunia karena di tusuk perutnya oleh Bapak Slamet karena merebut istrinya.

Tamat

Advertisements

Cerpen

Mei 29, 2008

kingKINGKONG DI KAMPUS

Oleh : Sugeng Prayitno





Sebentar lagi Ujian Nasional, Rudi sangat takut sekali kalau tidak Lulus Ujian. Rudi sekolah di SMK, di SMK di wajibkan Ujian Nasional dan Ujian Praktek Lulus. Jika salah satu tidak Lulus maka di nyatakan bahwa siswa itu tidak Lulus. Rudi stress, bingung, dan takut kalau tidak Lulus Sekolah dan mendapat nilai jelek. Setiap hari Rudi dan sahabat – sahabatnya belajar kelompok. Mereka tidak pernah belajar kelompok di Rumah Rudi karena rudi yang selalu menemui para sahabatnya di rumahnya. Suatu ketika Wakhid sahabat Rudi bertanya kepada Rudi dan berkata “ Rudi bagaimana kalau kita minggu depan belajar kelompok di Rumah mu” para sahabat Rudi yang lain pun berkata “ya, kami setuju” lalu Rudi diam selama 3 menit dan dia berkata “mengapa harus di rumahku? Kenapa tidak di Rumah kalian saja, Rumah ku jelek,kotor dan bau apa kalian mau belajar di Rumah ku yang seperti itu”. Mereka semua diam dan Rosid sahabat Rudi juga dia berkata “tidak apa – apa kami sudah biasa dengan Rumah seperti itu, Rumah kami pun jelek, kotor dan bau”. Rudi melempar senyum kepada ke empat sahabat nya. Rudi di sekolah di anggap oleh teman – teman sekelasnya jelek, gendut, dan miskin. Satu kelas Rudi semuanya mengendarai sepeda motor hanya Rudi yang naik sepeda jika berangkat dan pulang sekolah. Rudi sering sekali di hina di caci maki dan kadang juga di lecehkan oleh teman – teman nya. Tapi Rudi tidak sakit hati, karena dia tahu kalau teman – teman nya lebih mementingkan uang dan harta. Hari sabtu pukul 14.30 setelah latihan praktek di bengkel Rudi dan para sahabatnya pergi ke Rumah Rudi untuk belajar kelompok. Mereka berlima bersama – sama naik sepeda menuju ke Rumah Rudi. Wakhid berkata di tengah perjalanan “wah, cukup jauh juga ya rumah mu apa setiap hari kamu tidak capek naik sepeda?” Rudi lalu berkata “ah, nggak capek aku sudah terbiasa, jika sudah sampai di Rumah ku jangan menghina Rumah ku ya, karena Rumah ku jelek, kotor, dan bau. Mereka berlima bersepeda sambil berbincang – bingcang. Tidak terasa sudah 1 jam pejalanan akhirnya sampai juga di Rumah Rudi. Wakhid, Rosid, Anton dan Priyadi heran dengan Rumah Rudi kata Rudi Rumah nya jelek, kotor, dan bau ternyata rumah Rudi besar, bersih dan bertingkat 3. Rudi langsung menyuruh para sahabat nya untuk masuk ke rumah nya. Mereka berempat bertanya pada Rudi “hei, Rudi katanya Rumah mu jelek, kotor, dan bau tapi kok nggak malahan Rumah mu bagus, indah, bersih, dan mewah lagi, kenapa kamu bohong sama kami?”. Rudi diam 5000 bahasa dan setelah beberapa menit Rudi lalu berkata “saya menutupi diri saya dengan berpura – pura menjadi orang miskin agar saya tidak mempunyai teman yang hanya mau berteman dengan saya karena saya kaya.” Mereka lalu belajar kelompok di rumah Rudi sampai jam 17.30. habis itu para sahabat Rudi pulang ke Rumah masing – masing. Di tengah perjalanan Anton berkata “kenapa ya Rudi harus menyembunyikan identitasnya sebagai orang kaya?” lalu Wakhid berkata “tadi kan sudah di jelaskan Rudi bahwa dia nggak mau punya teman yang hanya mau berteman dengannya Cuma karena dia kaya.” Priyadi berkata “benar juga katamu Wakhid dengan begitu Rudi bisa berteman dengan siapa saja, tapi gara – gara dia pura – pura miskin dia selalu di diskriminasi sama teman – teman kita yang kaya, benarkan?”. Serentak menjawab “ya, benar”. Keesokan hari Rudi bertemu para sahabatnya di kelas pukul 06.30. Rudi berkata “teman – teman tolong jangan katakan sama teman – teman yang lain mengenai yang kemarin ya, maksudku mengenai identitas diriku yang sebenarnya dan tentang rumah ku aku mohon jangan kasih tahu ke teman – teman yang lain.” Serentak para sahabat Rudi berkata”ya, kami janji nggak akan kasih tahu ke siapapun juga, kami tahu maksud mu” Terima Kasih teman – teman “kata Rudi dengan suara keras”. Ujian Nasional tinggal 5 hari lagi. Rudi dan para sahabatnya khawatir kalau tidak Lulus Sekolah. Kalau tidak Lulus Sekolah bisa mengulang selama setahun lagi, jika dua kali tidak Lulus maka di nyatakan tidak mampu dan di wajibkan ikut kejar paket C karena dianggap tidak mampu. Lima hari sebelum Ujian Nasional mereka berlima ikut Ujian Praktek dulu. Priyadi kurang cakap dalam hal Praktek. Diam – diam Rudi dan sahabatnya membantu Priyadi dari jauh. Akhirnya mereka berlima Lulus Ujian Praktek di Bengkel dangan hasil yang sangat memuaskan. Ujian Nasional tinggal dua hari lagi Rudi dan para sahabatnya belajar mati – matian. Mereka belajar Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris. Hanya ketiga mata pelajaran tersebut yang di Ujikan dalam Ujian Nasional. Ujian Nasional pun tiba. Dengan rasa deg – degan mereka berlima mengerjakan Ujian Nasional dengan tenang dan tidak menimbulkan keributan. Setelah selesai mengerjakan Ujian Nasional mereka berlima belajar kelompok lagi untuk Ujian yang akan datang yaitu besok pagi. Setelah tiga hari Ujian Nasional pun selesai. Mereka berlima menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional. Mereka harus menunggu selama satu bulan. Selama sebulan mereka habiskan waktu bermain bersama dan bersenang – senang, tapi dengan hati yang agak khawatir. Tidak terasa sudah sebulan mereka menunggu akhirnya pengumuman itu pun tiba. Di depan sekolah sudah ada ratusan siswa SMK yang sedang deg – degan menunggu hasil Ujian. Hanya orang tua murid yang boleh mengambil hasil Ujian. Rudi, Anton, Wakhid, Priyadi, dan Rosid menunggu di depan gerbang sekolah. Akhirnya setelah di tunggu selama tiga jam orang tua mereka keluar dari ruangan. Hanya orang tua Rosid yang belum keluar dari ruangan. Rudi, Wakhid, Priyadi dan Anton membuka bersama – sama amplop yang berisi Lulus atau tidaknya Ujian Nasional. Rudi, Wakhid, Priyadi dan Anton mereka Lulus Ujian Nasional mereka berterika “hore!” Rosid berkata “selamat ya Kalian Lulus.” Rudi berkata “mana kertas pengumuman kelulusan Milik mu?” Aku belum dapat ibuku belum keluar dari ruangan itu kata Rosid. Setelah menunggu lama akhirnya ibunya Rosid keluar dari ruangan juga, Rosid langsung membuka isi amplop tersebut dan isi nya Lulus. Rosid sangat amat senang sekali. Mereka berlima merayakan kelulusan di Warnet dengan mengisi buku harian mereka di Blog mereka berlima. Setelah di Warnet mereka merayakan di Mal Matahari dan Citra Land. Pengumuman kelulusan sudah. Mereka menunggu Ijasah keluar. Setengah bulan mereka berlima menunggu ijasah keluar akhirnya keluar juga. Rudi berniat melanjutkan Kuliah lagi, sebenarnya Rudi ingin bekerja di Jakarta bersama Keempat temannya tapi nggak bisa karena tinggi badan yang di wajibkan 165CM. Sedangkan tinggi badan Rudi hanya 159CM. Rudi melanjutkan kuliah di salah satu kampus swasta di semarang. Di kampus Rudi sama sekali tidak merubah penampilannya sedikit pun. Dia tetap gendut, hitam, jelek, dan berpakaian seperti orang Miskin. Rudi memilih jurusan Bahasa Inggris, karena dia suka dengan Bahasa Inggris. Rudi mendaftar dan di terima tanpa test apapun karena nilai rata – rata Ujian nya 8.00. Rudi menjadi mahasiswa sore karena dia merasa kalau sore lebih enak dan paginya bisa bersih – bersih. Rudi kost tidak jauh dari kampus. Di kampus saat Poema ( pekan orientasi mahasiswa ) Rudi satu kelompok dengan 6 orang. Salah satu kelompok nya ada yang bernama Nining. Dia orang nya cerewet, cantik, dan baik. Diam – diam Rudi menyukai Nining. Tapi sayang hanya lima hari Rudi bisa ketemu sama Nining. Setelah Poema Rudi tidak pernah lagi ketemu sama Nining. Sabtu pukul 13.30. di lantai atas Rudi menunggu Kuliah, disaat Rudi menunggu Kuliah di samping Rudi ada cewek cantik, manis, imut, dan ramah. Rudi berkenalan dengan nya. Mereka sering ketemu di tempat yang sama. Nama cewek itu adalah Nita. Lama – lama Rudi suka dengan Nita. Sabtu pukul 13.30. di lantai atas Rudi membawakan sekuntum mawar merah untuk Nita. Setelah ketemu dengan Nita di lantai atas Rudi memberikan mawar itu kepada Nita dan berkata “Nita sejak pertama aku ketemu sama kamu aku menyukai mu, mau tidak kamu menjadi pacar ku.” Nita diam sambil melihat ke wajah Rudi. Dengan keras dan dengan wajah marah Nita berkata kepada Rudi “apa!! Kamu pingin aku jadi pacar mu?? Ngaca dulu wajahmu tuh!! Jelek, tubuh mu Gendut, Kulit mu hitam kayak Kingkong Gitu mau jadi pacar ku ih sorry ya nggak Level, dasar KingKong Kampus.” Rudi berlari sambil menangis hatinya serasa di iris – iris pisau yang sangat amat tajam dan serasa dadanya di tusuk dengan belati yang tajam. Rudi menangis di depan AULA. Semua mahasiswa yang ada di sana merasa heran “kenapa cowok menangis?” orang – orang di sekitar pada bingung. Tiba – tiba terdengar suara cewek yang berkata “ada apa mas ok menangis menjerit – jerit kayak gitu?? Kan malu di lihatin banyak orang.” Ternyata cewek itu Nining. Rudi lalu diam dan menceritakan yang terjadi. Nining berkata “Nining mengerti mas, kalau Nining di gituin pasti Nining akan nangis kayak mas.” Dengan suara pelan Rudi berkata kepada Nining “Sebenarnya sejak Poema dulu aku suka sama kamu Ning, tapi aku tidak ketemu lagi sama kamu semenjak Poema berakhir. Mau tidak kamu menjadi pacar ku??.” Nining diam 7000 Bahasa selama tiga menit. Lalu setelah tiga menit Nining berkata “ Kita jalani saja dulu kalau kita cocok ya kita jadian.” Terima kasih Ning sahut Rudi. Rudi merubah sedikit penampilannya dan bajunya. Rudi ke kampus naik mobil Pribadi nya tidak jalan kaki lagi. Nining sering di ajak jalan – jalan ke tempat yang indah – indah oleh Rudi. Suatu ketika Nita ketemu sama Rudi di depan kampus saat itu Nita melihat Rudi turun dari Mobil. Nita pun mencari info tentang Rudi. Nita sangat amat terkejut setelah menyelidiki ternyata Rudi anak orang kaya raya. Sabtu pukul 13.30. di lantai atas Nita mendekati Rudi dan minta maaf sama Rudi apa yang telah dia lakukan sama Rudi pada waktu itu. Nita berkata “ Rudi maaf kan berkata “ tidak apa – apa Nita aku sudah memaafkan mu sejak dulu.” Nita berkata “ Oh, makasih Rudi kamu baik sekali, kalau begitu kamu mau kan jadi pacar ku?” Rudi berkata dengan pelan kepada Nita “Nita aku sudah memaafkan mu, tapi aku tidak mau menjadi pacar mu karena aku sudah punya pacar nama nya Nining, maaf ya Nita.” Begitu mendengar Rudi Berkata seperti itu Nita langsung menampar Rudi dengan keras dan berkata “Brengsek dasar KingKong kampus jelek.” Rudi hanya diam saja. Rudi dan Nining berpacaran hingga mereka Wisuda dan menikah setelah dua tahun mereka di Wisuda……

Hello world!

Mei 29, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!