Mei 29, 2008

AKU GILA KARENA IBU

Oleh : Sugeng Prayitno

Surga ada di telapak kaki Ibu, mungkin pernyataan seperti itu memang benar. Karena ibu yang melahirkan kita, memberi kita ASI, memberi kita kasih sayang. Tapi jika seorang ibu membuat anaknya Gila apakah surga masih di telapak kaki ibu??.. ini adalah kisah nyata yang dialami teman ku sebelum dia meninggal dunia. Siti hidup sangat Bahagia bersama Ayah dan Ibu Kandungnya. Siti anak kedua dia punya satu kakak perempuan dan seorang adik laki – laki. Kakak Perempuannya namanya Suci dan adik laki – laki namanya Andre. Mereka hidup bahagia, Suci Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta Andre Masih kelas 6 SD dan Siti masih kelas 2 SMA. Ibunya Siti penghasilannya lebih besar di bandingkan ayahnya karena ibunya Siti kerja jualan di Pasar dan jadi Pembantu. Ibu nya Siti bernama ibu Fatma dan ayahnya bernama Anton. Malam jam 20.30. hujan sangat deras bu Fatma pulang kerja, karena hujan Bu Fatma duduk di Pangkalan Ojek sambil berbicara sama Tukang Ojek di sana. Bu Fatma berkenalan sama salah satu tukang Ojek bernama Sarto. Mereka berbicara hingga jam 22.00. setelah hujan reda bu Fatma pulang sama Sarto. Hari minggu Bu Fatma libur tiba – tiba saja Sarto berkunjung ke rumah Bu Fatma dan berbincang – bincang masalah keluarga masing – masing. Sarto punya 3 anak, 1 anak Perempuan dan 2 anak Laki – laki. Sarto sudah bercerai dengan istri nya karena istrinya sering keluar negeri jadi TKW. Sarto tahu bahwa Fatma punya uang 500 juta lebih di Bank dengan niat busuk nya Sarto pergi ke Dukun dan Pelet Bu Fatma sehingga Bu Fatma tanpa sadar mencintai Sarto. Setiap hari Bu Fatma dan Sarto pergi bersama – sama. Suami Bu Fatma tahu kalau istrinya selingkuh, dia marah – marah sama Bu Fatma. Yang paling membuat suami Bu Fatma marah adalah karena Bu Fatma pergi berdua terus sama Sarto dan pulang selalu tangah malam jam 24.00. Pertengkaran terus terjadi dan akhirnya Bu Fatma dan Pak Anton bercerai. Karena tahu kalau Bu Fatma dan Pak Anton bercerai Sarto mendekati anak – anak Bu Fatma. Andre selalu di ajak ke tempat Rekreasi sama Sarto jadi Andre menganggap bahwa Sarto orang yang baik. Sedangkan Suci tidak bisa di Rayu karena Suci sudah Lulus kuliah dan bekerja di Magelang. Sedangkan Siti di Rayu dengan cara dia di ajak kemana saja dia suka dan setelah Siti Lulus SMA Siti diantar Sarto ke Perguruan Tinggi Swasta di Semarang untuk daftarkan diri kuliah di sana. Siti menganggap Sarto orang yang sangat baik karena bukan siapa – siapa mau antarkan dia. Suatu siang Siti di rumahnya sedang cuci baju dan tiba – tiba tidak sengaja Siti melihat Ibunya dan Sarto masuk ke kamar bersama. Jam 17.30. Bu Fatma dan Sarto keluar dari kamar Siti mengangis dan bilang “ Dasar tidak tahu diri berzina disini nanti apa kata orang bu ??aku sangat malu bu malu aku tidak ingin melihat dia ada di sini lagi bu ” dengan malu mereka berdua pergi. Esok paginya Bu Fatma bilang sama Siti kalau dia tidak bisa kerja kalau tidak diantar oleh Sarto. Siti di suruh mengerti. Siti hanya diam saja saat ibunya berbicara panjang lebar mengenai Sarto. Andre sudah mulai masuk sekolah karena liburan sudah selesai. Andre sekarang sudah kelas 1 SMP. Andre sering sekali di ajak pergi sama Sarto, tujuan Sarto adalah mengambil hati Andre. Namanya juga sang siluman hati akan membuat hati senang seseorang hingga sampai tujuan. Pada tanggal 22 Bu Fatma bilang kepada ketiga anaknya bahwa Bu Fatma akan menikah sama Sarto. Mereka bertiga hanya diam saja. Siti sangat amat benci sama Sarto karena dia telah menghancurkan kehidupan keluarganya. Setelah Sarto dan Bu Fatma menikah mereka jadi satu Rumah. Anak Sarto yang ketiga ikut tinggal sama Bu Fatma. Anak ketiga sarto namanya ipan, dia tampan dan juga siluman hati yang baik sama orang karena ada mau nya. Sarto berusaha mengusir Andre dan Siti agar dia bisa mengusai harta kekayaan ibu Fatma. Andre tidak sadar bahwa kebaikan yang di berikan Sarto itu hanya untuk membuat hatinya senang saja. Siti benar – benar benci sama Sarto. Suatu ketika Siti mendengar sarto dan ipan berbicara mereka merencanakan niat busuk mereka, yaitu dengan cara mengusir Andre dan Siti dari rumah bu Fatma dan mengusai hartanya. Setelah Siti mendengar pembicaraan mereka Siti langsung bicara sama bu Fatma. Tapi bu Fatma malah menampar Siti dan berkata “ Dasar anak kurang ajar berani sekali kamu fitnah orang, kalau kamu nggak suka sama Sarto bapak Tiri kamu seharusnya kamu tidak fitnah dia ”. Siti lalu memberi tahu Andre tapi bukanya Andre membela malah dia Cuwek saja tidak peduli karena Andre masih terbuai kebaikan Sarto. Siti mengurung diri di kamar dan tidak mau makan apapun. Bu Fatma memaksa Siti untuk makan sambil memaki – maki Siti terus. Siti sangat amat tertekan sampai dia Strees sehingga Kuliah nya jadi tidak terurus. Malah dia jarang sekali mandi karena Strees. Siti mulai Strees ketika dia Semester 4. Di rumah Siti nggak pernah bicara sama siapa pun termasuk adiknya Andre. Bu Fatma sangat bingung ketika itu. Bu Fatma sudah membawa Siti ke Dukun dan ke Kyai tapi tetap saja hasilnya Nihil. Kata Sarto penyebab Siti Stees karena di Santet sama Pamannya. Padahal yang membuat Siti Stees adalah Sarto. Tentu saja untuk membela diri Sarto bicara seperti itu. Ketika Andre kelas 2 SMP Andre sering sekali di marahi Bu Fatma karena masalah – masalah yang sepele. Andre sangat amat bingung kenapa Bu Fatma sering memarahi dia dan memakinya??. Jika Andre di kasih uang jajan sama Bu Fatma 5.000 dan ipan tahu ipan langsung minta uang sama Bu Fatma 10.000 karena iri sama Andre. Jika Andre di belikan baju sama Bu Fatma satu saat Lebaran yang harganya 20.000 ipan langsung minta di belikan baju 3 biji yang harganya 50.000. Andre iri sama ipan dan selalu berkata “ Kenapa ipan yang bukan anak kandung nya selalu di kasih yang lebih dari aku ” . Jelas Andre iri sama ipan karena Bu Fatma tidak adil. Andre juga sering di fitnah sama ipan bahwa yang menghabiskan makanan di rumah adalah Andre, padahal yang sering menghabiskan makanan di rumah adalah ipan dan teman – temannya. Andre setiap hari selalu di marahi dan di maki – maki sama Bu Fatma karena di tuduh menghabiskan makanan di rumah. Setiap hari Andre tertekan, tapi karena dia masih anak – anak jadi tidak begitu di pikirnya. Karena sudah sakit hati Andre tidak pernah bicara sama sekali dengan ipan dan Sarto. Bu Fatma bertanya sama Andre “Kenapa kamu nggak pernah bicara sama ipan dan Pak Sarto ??” . Andre diam beberapa saat dan bicara “ nggak ada apa – apa ”. Andre memang sengaja tidak memberi tahu yang sebenarnya karena takut kalau Bu Fatma marah – marah dan memakinya terus. Siti setiap hari di fitnah terus sama Sarto sehingga membuat Bu Fatma marah – marah terus sama Siti. Karena tekanan yang begitu dalam dari Bu Fatma yang selalu memarahi dan memaki – maki Siti setiap hari akhirnya Siti hilang ingatan dan gila. Siti keluar dari kampus dan Gila tidak ingat apa – apa. Sarto dan ipan tertawa terpingkal – pingkal dan mereka merayakan kemenangan dan menari – nari di dalam rumah karena Siti telah Gila. Sarto dan ipan memang bisa membuat Siti Gila tapi tidak bisa membuat Andre Gila. Karena Andre selalu mengaji dan ikut kegiatan Positif di Sekolahnya jadi tidak bisa membuat nya Gila. Andre sangat Cerdas dan tidak bisa di bohongi sama manusia Laknat seperti Sarto dan ipan. Pagi jam 06.33. Siti keluar dari kamar dan jalan – jalan karena dia Gila dia tidak tahu dimana, kemana dan apa yang akan di lakukan dia tidak tahu karena Gila. Bu Fatma menengok ke kamar Siti. Bu Fatma sangat amat khawatir karena Siti tidak ada di kamar. Bu Fatma langsung lari keluar rumah dan mencari Siti. Saat itu jam 07.55. Siti di Tengah Rel Kereta api dan tiba – tiba saja ada Kereta api di belakang yang melaju sangat amat kencang. Siti tertabrak Kereta sampai tangan dan kakinya patah dan Siti meninggal di tempat. Orang – orang yang melihat langsung berbondong – bodong mengangkat Siti dan membawa ke rumah Bu Fatma. Setibanya di rumah Bu Fatma menagis dan menjerit – jerit dan terus berkata “maaf kan ibu Siti, ibu memang sangat kejam sama kamu setiap hari ibu selalu memaki – maki kamu dan memarahi kamu karena hal yang sepele”. Andre menangis sambil berkata “Ibu memang sudah keterlaluan, ibu kejam, ibu telah membuat kakak Gila dan hampir membuat ku Gila kini kakak sudah meninggal, ibu harus menebus dosa ibu di Akhirat nanti”. Andre langsung masuk kamar dan mengemasi barang – barang dan pakaianya. Andre bertujuan untuk tinggal sama ayahnya. Bu Fatma berusaha untuk mencegah Andre pergi dan berkata “Maafkan ibu nak!! Ibu memang telah banyak salah sama kamu tolong jangan tinggal kan ibu”. Andre langsung berkata “Ibu macam apa kamu ini, seorang ibu harusnya mendidik anak nya bukan memarahi dan mamaki anak, ibu sudah keterlaluan ibu hanya nurut ucapan Sarto dan ipan!!! Selamat tinggal ibu dan selamat bersenang – senang dengan Sarto aku akan tinggal dengan ayah”. Malam ketika Bu Fatma tidur, Bu Fatma bermimpi masuk Neraka yang sangat amat Panas. Bu Fatma di Bakar di dalam api Neraka. Tiba – tiba dari atas Neraka Siti terbang dengan membawa selendang dan berkata “bagaimana bu rasanya masuk Neraka???”. Dengan kepanasan Bu Fatma berkata “Tolong ibu disini ibu kepanasan dan menderita tolong aku Siti” Siti langsung berkata “Maaf kan aku ibu, aku sudah bahagia di Surga aku hanya menengok ibu saja di Neraka aku tidak bisa menolong ibu”. Dengan api yang sangat panas berulang kali Bu Fatma kepanasan dan selalu bilang “Siti tolong ibu”. Pagi jam 06.00. Sarto membangun kan Bu Fatma dan berkata “Kamu semalam bermimpi buruk ya???. Sudahlah itu hanya mimpi” Bu Fatma berkata “Semalam aku bermimpi di bakar di dalam api Neraka dan Siti masuk Surga tapi dia nggak mau menolongku”. Sarto tertawa terpingkal – pingkal dan bilang “hahahahaa itu Cuma mimpi tidak usah kamu pikirkan anak itu, lagi pula Siti sudah meninggal dunia”. Andre hidup bahagia dengan ayahnya, Andre bekerja membantu ayahnya jualan Elektronik dan reparasi Elektronik. Sedangkan Bu Fatma hidup dalam kekosongan tanpa anak sampai dia meninggal dunia. Sarto dan ipan telah mengusai semua harta kekayaan Bu Fatma. Mereka bersenang – senang dan Foya – foya dengan harta Bu Fatma. Andre tahu hal itu namun di biarkan saja. Setelah harta kekayaan Bu Fatma habis tidak ada sisanya sedikit pun Sarto mencari mangsa yang lain untuk di kuras hartanya. Sampai akhirnya Sarto meninggal Dunia karena di tusuk perutnya oleh Bapak Slamet karena merebut istrinya.

Tamat

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: