Cerpen

Mei 29, 2008

kingKINGKONG DI KAMPUS

Oleh : Sugeng Prayitno





Sebentar lagi Ujian Nasional, Rudi sangat takut sekali kalau tidak Lulus Ujian. Rudi sekolah di SMK, di SMK di wajibkan Ujian Nasional dan Ujian Praktek Lulus. Jika salah satu tidak Lulus maka di nyatakan bahwa siswa itu tidak Lulus. Rudi stress, bingung, dan takut kalau tidak Lulus Sekolah dan mendapat nilai jelek. Setiap hari Rudi dan sahabat – sahabatnya belajar kelompok. Mereka tidak pernah belajar kelompok di Rumah Rudi karena rudi yang selalu menemui para sahabatnya di rumahnya. Suatu ketika Wakhid sahabat Rudi bertanya kepada Rudi dan berkata “ Rudi bagaimana kalau kita minggu depan belajar kelompok di Rumah mu” para sahabat Rudi yang lain pun berkata “ya, kami setuju” lalu Rudi diam selama 3 menit dan dia berkata “mengapa harus di rumahku? Kenapa tidak di Rumah kalian saja, Rumah ku jelek,kotor dan bau apa kalian mau belajar di Rumah ku yang seperti itu”. Mereka semua diam dan Rosid sahabat Rudi juga dia berkata “tidak apa – apa kami sudah biasa dengan Rumah seperti itu, Rumah kami pun jelek, kotor dan bau”. Rudi melempar senyum kepada ke empat sahabat nya. Rudi di sekolah di anggap oleh teman – teman sekelasnya jelek, gendut, dan miskin. Satu kelas Rudi semuanya mengendarai sepeda motor hanya Rudi yang naik sepeda jika berangkat dan pulang sekolah. Rudi sering sekali di hina di caci maki dan kadang juga di lecehkan oleh teman – teman nya. Tapi Rudi tidak sakit hati, karena dia tahu kalau teman – teman nya lebih mementingkan uang dan harta. Hari sabtu pukul 14.30 setelah latihan praktek di bengkel Rudi dan para sahabatnya pergi ke Rumah Rudi untuk belajar kelompok. Mereka berlima bersama – sama naik sepeda menuju ke Rumah Rudi. Wakhid berkata di tengah perjalanan “wah, cukup jauh juga ya rumah mu apa setiap hari kamu tidak capek naik sepeda?” Rudi lalu berkata “ah, nggak capek aku sudah terbiasa, jika sudah sampai di Rumah ku jangan menghina Rumah ku ya, karena Rumah ku jelek, kotor, dan bau. Mereka berlima bersepeda sambil berbincang – bingcang. Tidak terasa sudah 1 jam pejalanan akhirnya sampai juga di Rumah Rudi. Wakhid, Rosid, Anton dan Priyadi heran dengan Rumah Rudi kata Rudi Rumah nya jelek, kotor, dan bau ternyata rumah Rudi besar, bersih dan bertingkat 3. Rudi langsung menyuruh para sahabat nya untuk masuk ke rumah nya. Mereka berempat bertanya pada Rudi “hei, Rudi katanya Rumah mu jelek, kotor, dan bau tapi kok nggak malahan Rumah mu bagus, indah, bersih, dan mewah lagi, kenapa kamu bohong sama kami?”. Rudi diam 5000 bahasa dan setelah beberapa menit Rudi lalu berkata “saya menutupi diri saya dengan berpura – pura menjadi orang miskin agar saya tidak mempunyai teman yang hanya mau berteman dengan saya karena saya kaya.” Mereka lalu belajar kelompok di rumah Rudi sampai jam 17.30. habis itu para sahabat Rudi pulang ke Rumah masing – masing. Di tengah perjalanan Anton berkata “kenapa ya Rudi harus menyembunyikan identitasnya sebagai orang kaya?” lalu Wakhid berkata “tadi kan sudah di jelaskan Rudi bahwa dia nggak mau punya teman yang hanya mau berteman dengannya Cuma karena dia kaya.” Priyadi berkata “benar juga katamu Wakhid dengan begitu Rudi bisa berteman dengan siapa saja, tapi gara – gara dia pura – pura miskin dia selalu di diskriminasi sama teman – teman kita yang kaya, benarkan?”. Serentak menjawab “ya, benar”. Keesokan hari Rudi bertemu para sahabatnya di kelas pukul 06.30. Rudi berkata “teman – teman tolong jangan katakan sama teman – teman yang lain mengenai yang kemarin ya, maksudku mengenai identitas diriku yang sebenarnya dan tentang rumah ku aku mohon jangan kasih tahu ke teman – teman yang lain.” Serentak para sahabat Rudi berkata”ya, kami janji nggak akan kasih tahu ke siapapun juga, kami tahu maksud mu” Terima Kasih teman – teman “kata Rudi dengan suara keras”. Ujian Nasional tinggal 5 hari lagi. Rudi dan para sahabatnya khawatir kalau tidak Lulus Sekolah. Kalau tidak Lulus Sekolah bisa mengulang selama setahun lagi, jika dua kali tidak Lulus maka di nyatakan tidak mampu dan di wajibkan ikut kejar paket C karena dianggap tidak mampu. Lima hari sebelum Ujian Nasional mereka berlima ikut Ujian Praktek dulu. Priyadi kurang cakap dalam hal Praktek. Diam – diam Rudi dan sahabatnya membantu Priyadi dari jauh. Akhirnya mereka berlima Lulus Ujian Praktek di Bengkel dangan hasil yang sangat memuaskan. Ujian Nasional tinggal dua hari lagi Rudi dan para sahabatnya belajar mati – matian. Mereka belajar Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris. Hanya ketiga mata pelajaran tersebut yang di Ujikan dalam Ujian Nasional. Ujian Nasional pun tiba. Dengan rasa deg – degan mereka berlima mengerjakan Ujian Nasional dengan tenang dan tidak menimbulkan keributan. Setelah selesai mengerjakan Ujian Nasional mereka berlima belajar kelompok lagi untuk Ujian yang akan datang yaitu besok pagi. Setelah tiga hari Ujian Nasional pun selesai. Mereka berlima menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional. Mereka harus menunggu selama satu bulan. Selama sebulan mereka habiskan waktu bermain bersama dan bersenang – senang, tapi dengan hati yang agak khawatir. Tidak terasa sudah sebulan mereka menunggu akhirnya pengumuman itu pun tiba. Di depan sekolah sudah ada ratusan siswa SMK yang sedang deg – degan menunggu hasil Ujian. Hanya orang tua murid yang boleh mengambil hasil Ujian. Rudi, Anton, Wakhid, Priyadi, dan Rosid menunggu di depan gerbang sekolah. Akhirnya setelah di tunggu selama tiga jam orang tua mereka keluar dari ruangan. Hanya orang tua Rosid yang belum keluar dari ruangan. Rudi, Wakhid, Priyadi dan Anton membuka bersama – sama amplop yang berisi Lulus atau tidaknya Ujian Nasional. Rudi, Wakhid, Priyadi dan Anton mereka Lulus Ujian Nasional mereka berterika “hore!” Rosid berkata “selamat ya Kalian Lulus.” Rudi berkata “mana kertas pengumuman kelulusan Milik mu?” Aku belum dapat ibuku belum keluar dari ruangan itu kata Rosid. Setelah menunggu lama akhirnya ibunya Rosid keluar dari ruangan juga, Rosid langsung membuka isi amplop tersebut dan isi nya Lulus. Rosid sangat amat senang sekali. Mereka berlima merayakan kelulusan di Warnet dengan mengisi buku harian mereka di Blog mereka berlima. Setelah di Warnet mereka merayakan di Mal Matahari dan Citra Land. Pengumuman kelulusan sudah. Mereka menunggu Ijasah keluar. Setengah bulan mereka berlima menunggu ijasah keluar akhirnya keluar juga. Rudi berniat melanjutkan Kuliah lagi, sebenarnya Rudi ingin bekerja di Jakarta bersama Keempat temannya tapi nggak bisa karena tinggi badan yang di wajibkan 165CM. Sedangkan tinggi badan Rudi hanya 159CM. Rudi melanjutkan kuliah di salah satu kampus swasta di semarang. Di kampus Rudi sama sekali tidak merubah penampilannya sedikit pun. Dia tetap gendut, hitam, jelek, dan berpakaian seperti orang Miskin. Rudi memilih jurusan Bahasa Inggris, karena dia suka dengan Bahasa Inggris. Rudi mendaftar dan di terima tanpa test apapun karena nilai rata – rata Ujian nya 8.00. Rudi menjadi mahasiswa sore karena dia merasa kalau sore lebih enak dan paginya bisa bersih – bersih. Rudi kost tidak jauh dari kampus. Di kampus saat Poema ( pekan orientasi mahasiswa ) Rudi satu kelompok dengan 6 orang. Salah satu kelompok nya ada yang bernama Nining. Dia orang nya cerewet, cantik, dan baik. Diam – diam Rudi menyukai Nining. Tapi sayang hanya lima hari Rudi bisa ketemu sama Nining. Setelah Poema Rudi tidak pernah lagi ketemu sama Nining. Sabtu pukul 13.30. di lantai atas Rudi menunggu Kuliah, disaat Rudi menunggu Kuliah di samping Rudi ada cewek cantik, manis, imut, dan ramah. Rudi berkenalan dengan nya. Mereka sering ketemu di tempat yang sama. Nama cewek itu adalah Nita. Lama – lama Rudi suka dengan Nita. Sabtu pukul 13.30. di lantai atas Rudi membawakan sekuntum mawar merah untuk Nita. Setelah ketemu dengan Nita di lantai atas Rudi memberikan mawar itu kepada Nita dan berkata “Nita sejak pertama aku ketemu sama kamu aku menyukai mu, mau tidak kamu menjadi pacar ku.” Nita diam sambil melihat ke wajah Rudi. Dengan keras dan dengan wajah marah Nita berkata kepada Rudi “apa!! Kamu pingin aku jadi pacar mu?? Ngaca dulu wajahmu tuh!! Jelek, tubuh mu Gendut, Kulit mu hitam kayak Kingkong Gitu mau jadi pacar ku ih sorry ya nggak Level, dasar KingKong Kampus.” Rudi berlari sambil menangis hatinya serasa di iris – iris pisau yang sangat amat tajam dan serasa dadanya di tusuk dengan belati yang tajam. Rudi menangis di depan AULA. Semua mahasiswa yang ada di sana merasa heran “kenapa cowok menangis?” orang – orang di sekitar pada bingung. Tiba – tiba terdengar suara cewek yang berkata “ada apa mas ok menangis menjerit – jerit kayak gitu?? Kan malu di lihatin banyak orang.” Ternyata cewek itu Nining. Rudi lalu diam dan menceritakan yang terjadi. Nining berkata “Nining mengerti mas, kalau Nining di gituin pasti Nining akan nangis kayak mas.” Dengan suara pelan Rudi berkata kepada Nining “Sebenarnya sejak Poema dulu aku suka sama kamu Ning, tapi aku tidak ketemu lagi sama kamu semenjak Poema berakhir. Mau tidak kamu menjadi pacar ku??.” Nining diam 7000 Bahasa selama tiga menit. Lalu setelah tiga menit Nining berkata “ Kita jalani saja dulu kalau kita cocok ya kita jadian.” Terima kasih Ning sahut Rudi. Rudi merubah sedikit penampilannya dan bajunya. Rudi ke kampus naik mobil Pribadi nya tidak jalan kaki lagi. Nining sering di ajak jalan – jalan ke tempat yang indah – indah oleh Rudi. Suatu ketika Nita ketemu sama Rudi di depan kampus saat itu Nita melihat Rudi turun dari Mobil. Nita pun mencari info tentang Rudi. Nita sangat amat terkejut setelah menyelidiki ternyata Rudi anak orang kaya raya. Sabtu pukul 13.30. di lantai atas Nita mendekati Rudi dan minta maaf sama Rudi apa yang telah dia lakukan sama Rudi pada waktu itu. Nita berkata “ Rudi maaf kan berkata “ tidak apa – apa Nita aku sudah memaafkan mu sejak dulu.” Nita berkata “ Oh, makasih Rudi kamu baik sekali, kalau begitu kamu mau kan jadi pacar ku?” Rudi berkata dengan pelan kepada Nita “Nita aku sudah memaafkan mu, tapi aku tidak mau menjadi pacar mu karena aku sudah punya pacar nama nya Nining, maaf ya Nita.” Begitu mendengar Rudi Berkata seperti itu Nita langsung menampar Rudi dengan keras dan berkata “Brengsek dasar KingKong kampus jelek.” Rudi hanya diam saja. Rudi dan Nining berpacaran hingga mereka Wisuda dan menikah setelah dua tahun mereka di Wisuda……

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: