Call me

Jun 5, 2008

Selamat Datang di Blog ku ini.. semoga kalian suka dengan Blog ku ini. Blog ini sengaja aku buat untuk menampilkan kumpulan cerpen – cerpen Asli buatan ku sendiri. Apabila ada komentar, saran, Kritik dan makian bisa kalian kirim ke alamat Email ku di : sugeng_4@hotmail.com

Cerpen

Jun 5, 2008

Adik ku Seekor Monyet

Oleh : Sugeng Prayitno


kok

Weleri adalah kota yang sangat kecil menurut Agung anak kelas 2 SD Penyangkringan. Itu menurut pandangan Agung kelas 2 SD sedang kan menurut Bu Fatma guru nya Agung, dia berpendapat bahwa weleri kota yang sangat kecil. Kata Bu Fatma walau kota kecil fasilitas nya lengkap nggak kalah dengan kota besar. Fakta nya bahwa di Weleri di setiap SD sudah ada Fasilitas Komputer bahkan ada yang sudah Connect Internet Walau tidak semuanya Connect Internet. Di Weleri bahan pokok dan bahan – bahan kebutuhan lain jauh lebih murah di bandingkan di kota besar. Agung adalah anak terakhir kedua kakak laki – laki nya sudah menikah dan merantau ke Yogyakarta dan Magelang kakak Pertama bernama tono dan yang kedua andi, mereka jarang sekali pulang ke Weleri. Paling mereka pulang pada saat Lebaran. Setiap hari Agung selalu di Rumah sendirian, Agung tidak punya adik. Dia selalu main sendiri di kamar nya, kadang juga main ke sungai bersama teman – teman nya, tapi sekarang sudah tidak lagi karena sejak dia tenggelam dan hanyut di sungai bersama teman – teman nya ibu nya melarang keras main ke Sungai lagi. Bapak ibunya Agung selalu sibuk bekerja, mereka berdua bekerja dari jam 06.00 – 18.00. Agung selalu kesepian setiap hari di Rumah sendirian. Agung sering bilang sama bapak dan ibunya untuk membuat kan adik. Tetapi bapak dan ibunya Agung selalu bilang “ibu sudah nggak bisa hamil lagi dan tidak bisa membuatkan mu adik”. Setiap hari bapak dan ibunya Agung sedih melihat Agung selalu sendirian di dalam kamar. Pada waktu ada perayaan ikan di Tawang Agung di ajak ke sana bersama ibunya, kebetulan ibunya agung lagi libur kerja. Di sana Agung sangat senang karena bisa melihat banyak hewan – hewan yang di jual dan ada banyak mainan yang di jual. Ibunya Agung bilang “apa kamu ingin Pelihara Ikan??” Agung lalu bilang “nggak bu aku nggak suka sama ikan”. Mereka lalu melanjutkan jalan – jalan Sama ibunya Agung melihat ada Burung Kakak Tua dan Anjing Dalmation ibunya Agung lalu bilang “apa kamu mau Pelihara anjing atau Burung Kakak Tua???” Agung lalu bilang “nggak Bu aku nggak suka sama anjing dan Burung” mereka lalu melanjutkan jalan – jalan mereka. Tiba – tiba Agung melihat ada Monyet yang di jual seharga 50ribu. Monyet itu sangat kecil dan imut. Agung langsung meminta sama ibunya untuk di belikan. Tapi ibunya nggak berani membelikan karena itu monyet liar. Tapi Agung memaksa karena dia sangat suka sama Monyet itu. Agung menagis dan menjerit – jerit di sana karena ibunya tidak mau membelikan Monyet itu. Ibunya Agung tidak tega melihat Agung seperti itu lalu ibunya membelikan dengan syarat Agung akan merawat dengan baik. Sesampai nya di Rumah ibunya Agung langsung menyewa tukang untuk membuatkan Rumah untuk Monyet itu. Agung memberi nama Monyet itu Febi tapi karena Agung Masih SD dan tidak bisa ucapkan huruf F dia memanggilnya dengan sebutan Ebi. Monyet nya sangat manis dan mungil. Setiap pulang sekolah Agung selalu main sama Ebi dan Agung selalu menciumi Ebi seperti adiknya sendiri. Agung dan Ebi juga sering main di Lapangan Sepak Bola, mereka biasanya main lari – larian. Ebi juga suka main sama teman – teman Agung. Setiap Pagi dan Sore Agung dan Ebi selalu mandi bersama. Ebi dan Agung selalu bersama. Waktu Agung menginjak SMP dia sering Curhat sama Ebi, tapi sepertinya Ebi mengerti apa yang di bicarakan Agung Walau berbeda Bahasa. Hingga Agung menginjak SMA Agung setiap hari selalu Curhat sama Ebi jika dia punya masalah sama temannya atau sama Gurunya. Kadang tetangga nya merasa aneh karena Agung bicara sama Monyet. Padahal Agung dan Ebi seperti sudah tahu Bahasa mereka masing – masing. Bulan juni Agung akan menerima hasil test kelulusan dia sekolah di SMA. Dengan hati yang deg – degan dia membuka surat kelulusan itu dan dia sangat senang sekali karena dia Lulus. Agung langsung bilang sama Ebi bahwa dia Lulus SMA. Ebi langsung tersenyum dan ikut senang. Karena Agung Lulus dia mengajak Ebi ke Restoran makan Sate Ayam, Orang – orang di sana memang kaget karena ada orang dan Monyet makan berdua, orang mengira Agung pawang Monyet dan punya Topang Monyet. Setelah Agung Lulus sekolah dia melanjutkan Kuliah di Semarang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Agung Pamit sama Ebi untuk Kuliah di Semarang, Ebi terlihat sangat sedih. Setiap minggu Agung pulang ke Weleri dan selalu Curhat sama Ebi. Tentang Kuliah, tentang teman – teman di Kampus dan tentang Dosen – Dosen nya. Hari senin bulan April jam 12.30. Agung di telpon ibunya memberi kabar bahwa Ebi meninggal Dunia, ketika itu Agung sedang menuju ke tempat Kost karena habis Kuliah. Begitu mendengar berita itu Agung menangis dan di dalam hatinya dia sangat amat sedih. Agung langsung pulang ke Weleri tidak jadi ke tempat Kost. Setelah sampai di Rumahnya Agung langsung menangis dan memeluk Ebi. Pukul 17.00. Ebi di Makam kan di Pemakaman Hewan di dekat Rumah nya. Agung berdoa semoga Ebi tenang di alam baka sana dan di terima di sisi Tuhan. Ibunya Agung bilang “Sudah jangan di tangisi lagi, nanti ibu akan belikan Monyet yang baru” Agung langsung bilang dengan keras kepada ibunya “tidak !!!! Ebi nggak ada dua nya, aku nggak mau punya Monyet lagi aku Cuma sayang sama Ebi walau dia hanya seekor monyet, dia sudah aku anggap seperti adik ku sendiri”. Album Photo – photo kenangan dia sama Ebi selalu di buka setiap minggu hingga Tuhan memanggil Agung ke sisinya di Surga.

Tamat